Gas turbine adalah mesin yang kompleks dan vital dalam berbagai industri, seperti pembangkit listrik, manufaktur, dan penerbangan. Salah satu komponen penting pada gas turbine adalah intake filter. Filter ini berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam turbine, sehingga terhindar dari kontaminan yang dapat merusak komponen internal dan menurunkan performanya. Penurunan performa yang terjadi bisa dikaitkan dengan fenomena Erosi, Korosi, dan Fouling. Fouling. Fouling adalah salah satu penyebab penurunan kinerja turbin gas seiring waktu. Fouling disebabkan oleh menempelnya partikel pada permukaan airfoil. Partikel penyebab fouling berukuran lebih kecil dari 2 hingga 10 μm. Asap, kabut minyak, karbon, dan garam laut adalah contoh umum. Pengotoran dapat dikendalikan dengan sistem penyaringan udara yang tepat. Erosi Erosi terjadi ketika partikel padat atau cair berukuran sekitar 10 μm dan lebih besar mengenai permukaan yang berputar atau diam dalam turbin gas. Partikel-partikel ini akan mengenai permukaan dan menghilangkan partikel-partikel logam kecil yang pada akhirnya menyebabkan perubahan pada geometri permukaan. Perubahan geometri ini menyebabkan penyimpangan dalam jalur aliran udara, Erosi adalah proses yang tidak dapat dibalik; oleh karena itu, komponen turbin gas harus diganti untuk mendapatkan kembali kondisi aslinya. Namun, partikel berukuran 10 μm dan lebih besar mudah dihilangkan oleh filter komersial. Korosi partikel-partikel yang bersifat reaktif secara kimia dapat menyebabkan korosi pada turbin gas. Korosi di bagian ruang bakar dan turbin disebut “korosi panas” atau korosi suhu tinggi. Korosi panas adalah bentuk oksidasi yang dipercepat yang dihasilkan oleh reaksi kimia antara komponen dan garam cair yang terdeposit pada permukaannya. Beberapa bentuk umum korosi panas adalah sulfida, nitrida, klorida, karbida, dan korosi panas oleh vanadium, kalium, dan timbal. Korosi panas oleh sulfida memerlukan interaksi antara permukaan logam dengan natrium sulfat atau kalium sulfat. Biasanya dibagi menjadi korosi panas Tipe I dan Tipe II, di mana korosi panas Tipe I terjadi di atas suhu leleh natrium sulfat (1623°F (884°C)), sedangkan Tipe II terjadi di bawah suhu ini. Korosi panas disebabkan oleh difusi sulfur dari natrium sulfat cair ke substrat logam yang mencegah pembentukan lapisan oksidasi pelindung dan mengakibatkan penghilangan logam permukaan secara cepat. Perlu dicatat bahwa untuk korosi panas terjadi, sulfur dan garam (misalnya, natrium klorida atau kalium klorida) harus ada dalam aliran gas yang sangat panas di dalam dan setelah ruang bakar. Sulfur dan garam bisa berasal dari udara masuk, dari bahan bakar, atau air (jika air disuntikkan). Mekanisme korosi panas oleh kalium mirip dengan sulfida tetapi lebih jarang diamati dalam turbin gas, kecuali jika bahan bakarnya mengandung jumlah kalium yang signifikan. Korosi adalah mekanisme degradasi yang tidak dapat dibalik. Oleh karena itu, komponen yang terkorosi harus diganti untuk mendapatkan kembali kinerja asli turbin gas. Korosi juga memulai atau mempercepat mekanisme kerusakan lainnya dalam turbin gas. Misalnya, korosi dapat menyusup ke dalam retakan atau cacat material lainnya dan mempercepat propagasi retakan. Tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah Erosi, Korosi, dan Fouling. penggunaan filter pada gas turbine dapat membantu mengatasi masalah masalah yang sudah disebutkan diatas. Penggunaan filter pada gas turbine yang tepat adalah langkah kritis dalam pemeliharaan turbin gas untuk mencegah erosi, korosi, dan pengotoran. Filter yang efisien tidak hanya melindungi komponen turbin dari kerusakan tetapi juga membantu memperpanjang umur layanan, mengurangi biaya perawatan, dan meningkatkan efisiensi operasional. Oleh karena itu, investasi dalam sistem filter pada gas turbine yang berkualitas tinggi adalah keputusan yang bijaksana untuk memastikan kinerja optimal dan keberlanjutan turbin gas dalam jangka panjang. Manfaat Filter pada Gas Turbin: Berikut adalah beberapa macam filter yang digunakan untuk gas turbine: Pre-filter biasanya digunakan sebagai tahap pertama dalam sistem filtrasi. Mereka dirancang untuk menangkap partikel besar dan kasar yang masuk bersama udara, seperti debu, serbuk, dan serat. Filter HEPA sangat efisien dalam menangkap partikel mikroskopis, termasuk debu halus, serbuk sari, dan asap. Mereka digunakan dalam aplikasi di mana kebersihan udara sangat penting. Filter bag adalah filter berbentuk kantong yang digunakan untuk menangkap partikel besar dan sedang. Mereka sering digunakan dalam sistem filtrasi multi-tahap untuk memberikan perlindungan tambahan. Pemilihan jenis filter yang tepat tergantung pada kondisi operasi, jenis kontaminan yang ada, dan kebutuhan spesifik dari sistem gas turbine. Kombinasi dari beberapa jenis filter sering digunakan untuk memberikan perlindungan optimal terhadap erosi, korosi, dan fouling. Jika perusahaan anda membutuhan solusi filter paga gas turbine, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui . klik chat bubble berwarna hijau.